Search

Memuat...

Mengenai Saya

Foto Saya

Nama : Ki Bintang Timur adalah nama yang di berikan oleh tokoh Paranormal Wanita Cantik "INTAN BERLIAN PAKIDULAN" Daerah Lakar Santri Surabaya
Diberdayakan oleh Blogger.
Jumat, 25 Januari 2013

Pengertian Ruwatan adalah suatu upacara atau ritual yang bertujuan untuk mengusir nasib buruk atau kesialan yang ada pada seseorang. Upacara adat Jawa ini masih sering terlihat, terutama di Jogja dan Jawa Tengah serta sebagian besar Jawa Timur. Dipercaya bahwa setelah adanya ritual ini, maka kehidupan seorang yang diruwat akan menjadi lebih baik, lebih sejahtera dan lebih beruntung.

Ruwatan yang paling terkenal yang sejak zaman kuno diselenggarakan oleh nenek moyang adalah Ruwatan Murwakala. Dalam ruwatan ini dipergelarkan wayang kulit dengan cerita Murwakala, dimana orang-orang yang termasuk kategori sukerto diruwat/disucikan supaya terbebas dari ancaman Betara Kala, raksasa besar yang kejam dan menakutkan, yang suka memangsa para sukerto. 


Persiapan pelaksanaan ruwatan 

Sebelum pelaksanaan upacara ruwat, beberapa hal berikut sudah ada ditempat upacara.

  1. Para sukerto yang berpakaian serba putih bersih. Warna putih adalah lambang dari suci.
  2. Orang tua dari para sukerto berpakaian adat dengan apik.
  3. Seorang dalang sepuh yang mumpuni untuk melakukan upacara ruwatan sukerto, lengkap dengan seperangkat panggung wayang kulit dengan gamelan dan para penabuh dan pesindennya. 
  4. Tempat untuk pelaksanaan ruwatan yang cukup luas untuk panggung wayang kulit, tempat duduk para sukerto dan orang tuanya dan tempat-tempat air untuk memandikan sukerto. 
  5. Sesaji yang diperlukan yang cukup banyak macamnya.

    Pelaksanaan Ruwatan
  1. Para sukerto diantar oleh para orang tuanya diterima oleh Ki Dalang yang akan meruwat.Salah seorang orang tua sukerto atau seseorang yang ditunjuk menyerahkan para sukerto kepada Ki Dalang untuk diruwat. Serah terima sukerto berjalan dengan khusuk, dibarengi aroma ratus dupa yang lembut harum. Suasana sakral terasa.
  2. Para sukerto duduk bersila dibelakang kelir wayang dan selama pagelaran bersikap santun dan memperhatikan cerita wayang dan nasihat, kidung dan doa-doa/mantra yang diucapkan oleh Ki Dalang. Para orang tua sukerto duduk ditempat yang telah disediakan, dekat dengan putra-putrinya.
  3. Ki Dalang duduk ditempatnya didepan kelir dan mulai mendalang wayang dengan cerita Murwakala.